//BENALU TEH: HASIL PENELITIAN BENALU TEH HASIL PENELITIAN BENALU TEH - BENALU TEH

Analog Clock

Jumat, 21 September 2012

HASIL PENELITIAN BENALU TEH

HASIL PENELITIAN :
BENALU teh dari spesies Scurrula atropurpurea (BL) DANS merupakan tanaman parasit pada pohon teh (Thea sinensis L). Berbagai spesies benalu sejak zaman dahulu telah digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Misalnya Viscum album L var lutecens MAKINO untuk mengobati sakit pinggang dan jamu pasca melahirkan para ibu di Jepang, Viscum album L untuk mengobati kanker di Korea dan Cina, bahkan di beberapa negara Eropa menjadi obat antikanker nonkonvensional dan dijual dengan nama dagang Iscador.
PROFESOR RKY Zee-Cheng dalam tulisannya mengenai penelitian antikanker tanaman benalu dalam jurnal Drugs of the Future mengatakan, pasien penderita kanker yang diberi ekstrak benalu dari spesies Viscum album menunjukkan perbaikan pada DNA dalam limfosit dan sel kekebalan tubuh. Melalui berbagai penelitian yang disarikan oleh Zee-Cheng dari Pusat Medik Universitas Kansas itu, senyawa bioaktif yang berperan sebagai antikanker adalah petida, oligisakharida, alkaloid, polifenol, dan flavanoid.
Masyarakat Indonesia secara turun-temurun juga menggunakan benalu dalam bentuk jamu untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk benalu teh untuk mengobati kanker. Dr Retno Murwani MSc dari Universitas Diponegoro pernah menyatakan bahwa benalu teh berkhasiat membunuh sel tumor dan sel kanker fibro sarcoma (Suara Merdeka, 14 Maret 2003)
Baru-baru ini-melalui penelitian intensif selama tiga tahun-tim peneliti dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) bekerja sama dengan Prof Hirotaka Shibuya dari Universitas Fukuyama, Jepang, dan Prof Dr Mutsuko Mukai dari Osaka Medical Center, Jepang. Dalam penelitian ini tim telah mengisolasi 16 senyawa dari benalu teh yang merupakan parasit pohon teh di Perkebunan Teh Gunung Mas, Cipanas, Jawa Barat.
Senyawa-senyawa tersebut adalah 6 senyawa asam lemak tak jenuh, 2 senyawa santin, 2 senyawa flavonol glikosida, 4 senyawa flavonol, 1 senyawa lignan glikosida, dan satu senyawa monoterpene glukosida.
HASIL uji bioaktivitas terhadap invasi sel kanker MM1 secara in vitro menggunakan sel kanker MM1 yang diisolasi dari sel Ascites Hepatoma AH 130 pada tikus menunjukkan bahwa satu di antara senyawa tersebut, yaitu octadeca-8,10,12-triynoic acid mampu menghambat invasi sel kanker sebesar 99,4% pada konsentrasi 10 mg/ml. Senyawa ini merupakan asam lemak tak jenuh, mengandung atom karbon 18 dengan ikatan rangkap 3 sebanyak 3 buah pada posisi 8, 10, dan 12.
Atas dasar hasil pengujian tersebut, diyakini bahwa octadeca-8,10,12-triynoic acid merupakan zat aktif antikanker yang terkandung dalam benalu teh. Namun, baik dengan metode pengujian in vitro maupun in vivo yang dikembangkan almarhum Prof Hitoshi Akedo, diketahui bahwa zat ini tidak membunuh sel kanker, melainkan menghambat invasi sel kanker sehingga sel tidak mengalami metastasis.
Metode di atas berbeda dengan uji yang lainnya, seperti penghambatan terhadap protein sintesis, DNA topoisomerase, DNA/RNA sintesis, uji toksisitas, dan lain-lain. Hingga saat ini belum ada obat antikanker yang bekerjanya menghambat invasi sel sehingga penemuan senyawa octadeca-8,10,12-triynoic acid (1) dalam benalu teh yang struktur kimianya relatif sederhana menjadi harapan disintesisnya senyawa antikanker baru yang murah dan sangat dibutuhkan oleh penderita kanker di Indonesia maupun dunia pada umumnya.
Untuk meyakinkan bahwa asam lemak octadeca-8,10,12-triynoic acid tersebut mempunyai aktivitas inhibisi, dan untuk mempelajari efek dari panjang rantai atom karbon serta posisi ikatan rangkapnya, maka metode sintesis perlu dikembangkan.
DENGAN strategi sintesis yang relatif sederhana, tim peneliti Batan berhasil menyintesis lima senyawa analog alkynic C-16 fatty acid, yaitu hexadec-8-ynoic acid (2), hexadec-10-ynoic acid (3), hexadeca-8,10-diynoic acid (4), hexadeca-6,8,10-triynoic acid (5), dan hexadeca-8,10,12-triynoic acid (6).
Uji bioaktivitas dengan cara yang sama menggunakan sel kanker MM1 menunjukkan bahwa senyawa yang mengandung 3 ikatan rangkap tiga, seperti halnya senyawa yang diisolasi dari benalu teh, yaitu hexadeca-6,8,10-triynoic acid (5) dan hexadecadeca-8,10,12-triynoic acid (6) memberikan nilai inhibisi yang hampir sama dengan senyawa 1, sedangkan senyawa 2, 3, dan 4 masing-masing mengandung satu dan dua ikatan rangkap tiga memberikan nilai inhibisi lebih rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tiga buah ikatan rangkap tiga pada senyawa tersebut merupakan hal esensial pada peningkatan aktivitas penghambatan invasi sel kanker.
Pemberian ekstrak benalu dosis 10 miligram per kilogram berat badan pada ayam ras petelur betina berpotensi sebagai imunomodulator ditandai dengan peningkatan bobot relatif bursa Fabricius dan timus pada 20 hari dan meningkatkan diameter folikel bursa fabricius pada 40. Pengaruh pemanfaatan ekstrak benalu teh terhadap MDV pada kombinasi pemberian ekstrak benalu teh dengan ujian tantang MDV 20 hari. Khasiat ekstrak benalu memiliki potensi sebagai antivirus ditandai dengan kemampuannya menghambat perkembangan Marek's disease Virus (MDV- merupakan suatu penyakit limfoproliferatif pada ayam)pada bursa Fabricius 20 hari. Ekstrak benalu juga mampu mengurangi resiko neoplasma ditandai dengan menurunnya jumlah limfosit pada proventrikulus dan organ hati 40 hari. Ujian terbuka yang dilaksanakan Senin (9/7) bertempat Kampus IPB Darmaga dibawah komisi pembimbing Dr.Marthen B.M Malole, Prof.Ir.Wasmen Manalu, PhD, dan drh.Ekowati Handharyani, Msi, PhD. (ris) (Penelitian Samsi, Mahasiswa S3, IPB, Bogor)
Dalam berbagai literatur  benalu teh biasa dipakai pengobatan tradisional turun temurun ratusan tahun, untuk membantu menyembuhkan penderita kencing manis, kolesterol,meningkatkan libido (lemah syahwat), pendarahaan, rheumatik tulang, asam urat, lever, menghaluskan kulit , sakit pinggang, membantu menormalkan tekanan darah , pencegahan kanker, memulihkan stamina , obat awet muda dan benteng terhadap serangan virus baik untuk manusia maupun hewan.

TOKO ONLINE BENALU TEH
DISTRIBUTOR RESMI 
PT. Multi Hasta Mandiri
Depkes RI : SP No 31/10.16/1999
Deperindag No : 0075610864
Npwp :  1.908.737.8-403

STOKIS
Jl. Sekasih No 2, Tanah Baru Beji Depok
Telp. 021-34234211-087.888.000.551-081318055557
Artikel dan hasil Penelitian lihat di :

website : www.benaluteh.web.id
               www.tokoonlinee.co.id
               http://benaluteh-penelitian-distributor.blogspot.com
               http://wasirberdarah.blogspot.com
        

Related Posts by Categories

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar